Wisata Religi Masih jadi Andalan Disbudpar Banjar

MARTAPURA, Pengembangan pariwisata di Kabupaten Banjar sampai saat ini belum tergarap maksimal. Terbukti belum ada satu pun investor melirik pengembangan kawasan pariwisata secara khusus, meskipun Dinas Pariwisata telah menetapkan sebanyak 134 lokasi sebagai destinasi kunjungan wisatawan.

Walhasil, pemerintah cuma berharap berkah wisata religi dari peziarah yang datang ke makam ulama-ulama besar yang banyak tersebar di kota berjuluk Serambi Mekkah ini. Khususnya ke makam Guru Sekumpul, di Kecamatan Martapura.

Diakui  Kabid Destinasi dan Pengembangan Objek Pariwisata Kabupaten Banjar, Faizal Riza Kasransyah SE, wisata religi menjadi destinasi yang paling banyak pengunjungnya. Apalagi bertepatan dengan haul Guru Sekumpul, dimana tamu yang datang bukan hanya dari nusantara saja, tetapi juga Malaysia, Brunnei Darussalam, Singapura, dan beberapa negara lainnya.

- iklan -

”Banyak ulama-ulama besar Kalimantan Selatan itu lahir di Kabupaten Banjar. Maka wisata religi menjadi andalan,” ujarnya.

Walau demikian, wisata religi yang menjadi andalan tersebut, belum didukung sarana dan prasarana memadai. Misalnya saja, jumlah hotel atau penginapan belum mampu menampung peziarah yang membludak saat haul di kawasan Sekumpul.

”Tahun tadi saja kami sampai menggunakan ruangan aula Disbudpar sebagai tambahan penginapan. Jadi kami sediakan dan kami gelar karpet untuk alas tidur atau beristirahat peziarah yang datang dari luar kota. Jutaan orang yang datang dari seluruh wilayah Indonesia jelas penginapan-penginapan yang ada di sekitar Kubah Sekumpul itu, tidak mencukupi,” beber Faizal.

Halaman Selanjutnya

Jurnalis Dema
Redaktur Slamet Afifudin
Berita lainnya
Komentar
Sedang memuat...