Rp.12 M Untuk Pengembangan Siring Laut dan Sarang Tiung

KOTABARU, Rehabilitasi kawasan Siring Laut dan pantai Sarang Tiung mulai dikerjakan. Pengembangan destinasi wisata paling terkenal di Kotabaru tersebut bakal habiskan anggaran sebesar Rp 12 miliar. Dengan perhitungan khusus untuk kawasan Siring Laut sebesar Rp 7 miliar dan Rp 5 miliar untuk pantai Sarang Tiung.

Kawasan Siring Laut awalnya dikerjakan PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) namun terhenti hingga akhirnya proyek tersebut dihibahkan kepada Pemkab Kotabru untuk dilanjutkan.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru Khairian Anshari menjelaskan, sesuai kebijakan dari Bupati Kotabaru tahun 2017 ada 3 lokasi yang harus diperhatikan yakni area Siring Laut, pantai Sarang Tiung dan kawasan ekowisata hutan Meranti di Desa Sebelimbingan yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru.

- iklan -

“Sekarang proyeknya sudah mulai dikerjakan, untuk Siring Laut dilaksanakan pengecoran lantai beton pada bagian kiri. Sementara, pada kawasan pantai tahun ini mulai dibuatkan rest area dan sarana pendukung lainnya sebagai tahap awal,” tuturnya kepada Kalimantan View.

Target pengerjaan diharapkan akan rampung pada tahun 2019 untuk dua destinasi wisata tersebut. “Mudah-mudahan saja akan sesuai dengan target awal, kalaupun terlambat 2020 harus sudah selesai,” harapnya.

Selan itu, pihaknya juga sudah mempersiapkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dalam rangka multi years pembangunan Siring Laut dan pantai Sarang Tiung. Karena tahun 2018 mendatang sudah memakai sistem multi years.

Kabupaten Kotabaru punya banyak destinasi wisata andalan, akan tetapi sebagaimana yang tertuang di RPJMD Kotabaru ada 5 destinasi yang menjadi perhatian yaitu Siring Laut dan Sarang Tiung, wisata pulau Samber Gelap di Kecamatan Pulau Sebuku, ekowisata hutan Meranti dan air terjun Tumpang Dua di Tanjung Kunyit dan terakhir adalah wisata pulau-pulau kecil.***

Jurnalis Fauzi
Redaktur Abi Zarrin Al Ghifari
Berita lainnya
Komentar
Sedang memuat...