Omzet Bisnis Tanaman Hias Capai Rp 15 Juta Perbulan

BANJARBARU – Keuletan menjadi kunci sukses H. Atmo Sahabuddin (65) dalam menjalankan usahanya. Bisnis tanaman hias yang ia tekuni sejak 40 tahun lalu, terbukti tetap bertahan di tengah turun-naiknya kondisi ekonomi Banua. Dibantu menantunya, ia menjual aneka tanaman dan bibit di Jalan Pangeran Suriansyah Ujung Mentaos, Banjarbaru.

H. Atmo yang cuma lulusan SD  ini tidak berdiam diri untuk memperbaiki nasibnya. Ia pun mencoba menjadi pengusaha tanaman hias, setelah sebelumnya cukup lama bekerja di bisnis serupa dengan orang lain. Dengan cara menyewa lahan seadanya pada tahun 1960, dia memulai membuka usaha kecil-kecilan dan dengan modal seadanya pula. Hingga sekarang H. Atmo sudah memiliki lahan sekitar 3 hektare dan memiliki sekitar 20 pegawai untuk mengelola lahan usahanya.

Menurut M. Isan (49), menantu H Atmo yang membantu mengelola usaha tersebut, bibit atau tanaman yang sering dibeli pelanggan kebanyakan jenis bunga. Mulai anggrek, tanaman sikas dan bibit bunga lainnya dengan kisaran harga tergantung besar kecilnya tanaman.

- iklan -

Selain itu, H. Atmo juga menjual berbagai bibit pohon seperti rambutan, mangga, lengkeng dan jenis pohon lainnya. “Kebanyakan konsumen sering membeli bibit pohon mangga dan rambutan dengan kisaran harga dari sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu tergantung besar kecilnya tanaman tersebut,” terang Isan.

Selain menjual bibit tanaman, H. Atmo juga menyediakan rental jenis tanaman, media tanam, serta dekorasi tanaman. “Kami juga menjual pupuk dari kotoran sapi, kambing dan ayam yang di bandrol harga sekitar Rp 15 ribu sampai Rp 30 ribu per karung beserta pot bunga dengan berbagai ukuran juga tersedia di sini” katanya.

Perhari, usaha milik H Atmo menarget penjualan bibit 500 ribu perhari. “Jadi untuk omzet penjualan bibit perbulan sekitar Rp 15 juta dan itu diluar dari gaji karyawan,” ungkapnya.***

Jurnalis Magdalena Safitri
Redaktur Slamet Afifudin
Berita lainnya
Komentar
Sedang memuat...