Indonesia Raya 3 Stansa bagian Pendidikan Karakter

BANJARBARU, Menanggapi Permendikbud RI terkait menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stansa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjarbaru telah menghadiri sosialisasi mengenai penguatan pendidikan berkarakter. Salah satu visi yang terpenting dari sosialisasi itu, terutama kepada para siswa pada saat Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, harus menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stansa.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Edy Yuana Pribadi M.Pd mengatakan, Disdik Kota Banjarbaru akan menyelenggarakan sosialisasi dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar bertempat di SDN 3 Syamsudin Noor.

”Mudah-mudahan dari sosialisasi itu, hari Senin depan tiap sekolah sudah bisa melaksanakan (untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stansa),” ujar Edy.

Untuk tingkat SD, lebih lanjut Edy menyampaikan, jika para siswa belum hapal lagu Indonesia Raya 3 Stansa maka akan disiasati dengan bantuan audio visual. Lagu Indonesia Raya pada dasarnya memiliki 3 stansa, namun yang selama ini yang kita dengar dan yang kita nyanyikan hanya 1 stansa (secara umum).

- iklan -

”Tujuan dari dikembalikannya lagu Indonesia Raya menjadi 3 stansa untuk dinyanyikan adalah sebagai salah satu penguatan pendidikan karakter. Dengan 3 stansa isinya lebih lengkap (mengenai kebangsaan), diharapkan ke depannya karakter anak akan lebih bagus,” kata pria ramah ini.

Jika tidak mengetahui, bagaimana untuk mencintai. Itulah kalimat yang dirasa sangat cocok untuk mewakili tujuan lain dari menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stansa agar para siswa bisa lebih mencintai negaranya dan bangga menjadi warga negara Indonesia.

”Awalnya harus mengetahui dulu, kemudian dikembangkan, sehingga nilai-nilai kebangsaan itu jadi lebih kental dan kuat. Guru-guru sebagai panutan juga harus menghapal lagu 3 stansa itu (bisa menggunakan audio visual sebagai media untuk menghapal),” katanya.

Edy berharap penguatan pendidikan karakter (diawali dari menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stansa) tidak hanya dilakukan di sekolah, namun juga di masyarakat dan keluarga.

”Pondasi pendidikan sebenarnya ada 3, yaitu formal, nonformal dan informal. Jadi kami juga berharap peran serta masyarakat dan keluarga (terkait pendidikan karakter melalui lagu Indonesia Raya 3 stansa), bisa membantu pendidikan berkarakter ini berjalan dengan baik. Hal ini juga sesuai dengan program pendidikan yang diterapkan oleh Walikota Banjarbaru, Pak Nadjmi Adhani,” tutupnya.***

Jurnalis Dema
Redaktur Slamet Afifudin
Berita lainnya
Komentar
Sedang memuat...