Latest News

Targetkan Bangun 47,2 Kilometer

KALIMANTAN VIEW - Bidang jalan adalah salah satu Bidang dalam Struktur Organisasi Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin, dalam melaksanakan tugas dan programnya tidak terlepas dari Visi dan Misi Dinas Bina Marga.
Visi nya adalah mewujudkan penyelenggaraan sistem jaringan jalan kota ruang lingkup jalan yang andal, terpadu dan berkelanjutan guna mendukung dinamika pertumbuhan kota untuk menjadikan Banjarmasin sebagai kota yang mandiri, harmonis, religius, beriman dan bertaqwa.
Yang diselaraskan dengan misi untuk mewujudkan jaringan jalan dan jembatan dalam Kota yang berkelanjutan dengan aksesbilitas dan keselamatan, kenyamanan yang memadai untuk melayani pusat kota dan kawasan strategis di Kota Banjarmasin dan mewujudkan penataan ruang milik jalan yang efesien, harmonis, aman dan berwawasan lingkungan melalui perbaikan pendestrian, median jalan, penerangan jalan umum dan penataan reklame.
Untuk mengimplementasikan Visi dan Misi tersebut,  pada tahun 2014 ini ungkap Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin Ir H Gt Riwan Syofyani, MM melalui Kabid Jalan Dinas Bina Marga Rustam ST, pihaknya  melaksanakan 3 ( tiga ) program dan 7 (tujuh) kegiatan.
Tiga program yang dimaksud terang Rustam, adalah program pembangunan jalan dan jembatan, Program Rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan dan Program peningkatan jalan dan jembatan.
Sedangkan untuk kegiatan sambungnya, dilakukannya pembangunan Jalan (Debt Swap), pembangunan Jalan, rehabilitasi/pemeliharaan jalan, rehabilitasi/pemeliharaan jalan (DAK dan Pendamping), swakelola Rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan, peningkatan Jalan  serta peningkatan jalan lingkungan.
Adapun total panjang yang menjadi target ketiga program tersebut di atas panjangnya sekitar 47,2 Km dengan total biaya sebesar      Rp. 82.926.004.000,” terangnya.
Sekadar diketahui, untuk periode 2010 sampai tahun 2013 tadi, dinas ini telah membuat jalan diwilayah Kota Banjarmasin berkondisi baik bertambah. “Jalan lokal sepanjang 160,3277 Km dan jalan lingkungan sepanjang 43,315 Km,” imbuhnya.
Untuk tahun 2015 ke depan tegasnya,  Dinas Bina Marga, khususnya bidang jalan tetap terus akan melakukan kegiatan peningkatan jalan,  peningkatan jalan lingkungan,  pembanguan jalan dan rehabilitasi/pemeliharaan jalan. 

Sedangkan untuk jembatan, Kabid Jembatan Dinas Bina Marga H Chandra I.W menyatakan, pada periode 2010 sampai 2013 jembatan yang dengan kondisi baik bertambah, pada jalan lokal sebanyak 158 buah Dan pada jalan lingkungan sebanyak 18 buah. “Jumlah itu akan terus bertambah seiring dengan terus dilakukannya perbaikan-perbaikan, sesuai dengan misi Dinas Bina Marga untuk mewujudkan jaringan jalan dan jembatan dalam Kota yang berkelanjutan dengan aksesbilitas dan keselamatan, kenyamanan yang memadai untuk melayani masyarakat.

Berkomitmen Tanggulangi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

KALIMANTAN VIEWKepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Drs. H. Agus Surono, Msi menyatakan, instansi yang ia pimpin melingkupi 2 urusan yaitu urusan sosial dan Ketenagakerjaan.
Di bidang sosial terang Drs. H. Agus Surono, Msi, tugas pokoknya adalah menangani penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Prinsip dasar dalam penanganan PMKS atau yang menggunakan istilah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di tempuh dalam 3 jalur, yaitu melalui bina manusia, melalui bina lingkungan serta bina usaha.
“Melalui bina manusia, dimaksudkan kita melakukan pembinaan terhadap kualitas personilnya terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Program yang ditempuh untuk melakukan bina manusia ini antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Program  bagi gepeng, dan Pembinaan terhadap lembaga Kesejahteraan Sosial yang dulu disebut dengan panti-panti Sosial,” ucapnya.
Program Keluarga Harapan (PKH) sendiri menurutnya, merupakan bantuan tunai bersyarat yang akan membantu rumah tangga sangat miskin (RTSM) guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada anak dalam hal kesehatan dan pendidikan.
Pada tingkat kota Banjarmasin program ini dicanangkan oleh Bapak Walikota pada tanggal 6 Januari 2013 dengan jumlah penerima 2080 RTSM, sementara dana yang diserahkan sebesar Rp 1.345.375.000,- .
Tahun 2014 RTSM yang menerima berkurang menjadi 2008 Dana yang disalurkan pada tahap pertama sebesar Rp 696.395.000,- dan tahap kedua pada bulan September ini sebesar Rp 1.116.794.000,-Diperkirakan total bantuan pada Tahun 2014 sampai dengan bulan Desember 2,4 M.
Sedangkan Program  bagi gepeng adalah dengan memberikan pelatihan keterampilan usaha kreatif berupa pembuatan kue dan masakan khas Banjar, serta ditambah dengan memberikan stimulan paket usaha kepada 45 orang Gepeng yang ada di Kota Banjarmasin.
Program bagi anak jalanan berupa keterampilan bengkel dan Cuci Motor beserta paket usahanya, program ini diikuti oleh 48 orang anak jalanan yang ada di Kota Banjarmasin.
Selain itu, melalui bina manusia ini juga mencakup pengiriman anak putus sekolah sebanyak 10 orang ke PSBR Budi Satria Banjarbaru untuk diberikan pelatihan berupa perbengkelan, otomotif, mebel aluminium dan menjahit sesuai dengan minat mereka masing-masing. Untuk penyandang Disabilitas pada tahun 2013 diberikan bantuan alat mobilitas kepada 21 orang, sedangkan yang menerima paket usaha mandiri sebanyak 23 orang
Sementara terkait pembinaan terhadap lembaga Kesejahteraan Sosial yang dulu disebut dengan panti-panti Sosial sampai dengan Tahun 2014 ini, jumlah LKS yang ada di Kota Banjarmasin sebanyak 22 buah dengan anak asuh yang di dalam panti sebanyak 620 anak, sementara itu LKS juga melakukan program pengasuhan diluar panti yang jumlahnya +/- 1.500 anak asuh.
“Berikutnya menangani PMKS melalui Bina Lingkungan, bina lingkungan sendiri dimaksudkan melakukan pembinaan terhadap rumah-rumah tidak layak huni yang bertujuan memberikan tempat hunian secara layak sosial maupun layak kesehatan rumah dan lingkungan,” papar Drs. H. Agus Surono, Msi.
Bantuan dana untuk rehabilitasi rumah tersebut diperoleh dari APBN dan APBD kota Banjarmasin. Sampai dengan tahun 2013 sudah terehab rumah sebanyak 521 rumah, sedang pada tahun 2014 dari APBN sebanyak 50 rumah, APBD Kota 287 rumah dengan bantuan masing-masing sebesar Rp 10 juta.
“Bina lingkungan ditempuh dengan program Padat Karya yang bertujuan memberikan tambahan penghasilan pada penduduk setempat melalui kegiatan pembuatan sarana jalan di lingkungan setempat. Pada tahun 2013 terserap dana sebesar Rp 500 juta dan pada tahun 2014 sebesar Rp 500 juta. Selain itu melalui bina lingkungan juga diberikan bantuan tanggap darurat terhadap akibat bencana sosial kebakaran,” terangnya.
Sedangkan penanganan PMKS melalui Bina Usaha ditempuh dengan mengelompokkan keluarga sangat miskin (RTSM) dalam kelompok-kelompok usaha tertentu, yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang, selanjutnya mereka dilatih keterampilan dan diberikan modal usaha untuk masing-masing kelompok sebesar Rp 20 juta. Sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2014 sudah terbentuk sebanyak 295 Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
“Pembinaan selanjutnya KUBE-KUBE terbaik dikelompokkan lagi dalam lembaga keuangan Mikro (LKM) yang hingga kini terbentuk 2 LKM yaitu LKM KUBE Sejahtera unit 138 dan LKM KUBE Sejahtera Baimbai dengan jumlah permodalan sebesar Rp 200 juta per-LKM, bergerak di bidang usaha simpan pinjam,” ucapnya.
Program Bina Usaha ini sambungnya, bertujuan pertama memaksimalkan potensi ekonomi kelompok masyarakat miskin dan mencoba memutus mata rantai keuangan yang justru menyengsarakan masyarakat miskin (rentenir).
“Untuk kelompok masyarakat yang sedikit mempunyai kemampuan (yang sudah bisa melakukan usaha dibina melalui kegiatan tenaga kerja mandiri terdidik/TKMT) kelompok ini juga diberikan keterampilan dan alat usaha. Pada tahun 2014 dianggarkan sebanyak 20 orang TKMT berikut alat usahanya,” terang Drs. H. Agus Surono, Msi.
Sementara itu terkait tugas Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dibidang Ketenagakerjaan antara lain melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang ada  di Kota Banjarmasin baik yang menyangkut masalah hak-hak buruh atau karyawan, hubungan perburuhan, syarat-syarat kerja, maupun pembinaan terhadap serikat-serikat pekerja yang ada  di kota Banjarmasin.
Dari hasil pengawasan yang dilakukan terhadap kurang lebih 150 perusahaan pada tahun 2013 dan kurang lebih 80 perusahaan sampai dengan bulan Agustus 2014 masih ditemukan hal-hal yang perlu dilakukan perbaikan.
“Salah satu titik poin yang menjadi perhatian kita bersama tingginya tingkat kecelakaan kerja di kota Banjarmasin, percontoh kasus 2013 sebanyak 144 kasus kecelakaan dan sampai bulan Agustus 2014 sebanyak 97 kasus kecelakaan. Untuk menekan angka kecelakaan  kerja tadi Bapak Walikota telah mencanangkan bulan K3 (Kesehatan, Keselamatan Kerja) tingkat kota Banjarmasin pada bulan Februari 2014 di halaman Swiss Bellhotel Borneo Banjarmasin,” pungkasnya.



Setetes Darah untuk Kehidupan Lebih Baik

KALIMANTANVIEW.com - Sebagai wujud kepedulian kepada sesama, Best Western Premier The Hive bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan kegiatan sosial Donor Darah (24/09) di Dorsata Meeting Room Best Western Cawang Jakarta Timur.
   Asst. Marcomm Manager  BEST WESTERN PREMIER The Hive Elsa Amalo mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan wujud kepedulian Best Western Premier The Hive terhadap sesama karena menurutnya setetes darah yang diberikan sangat berarti bagi kehidupan orang lain.  “Melalui kegiatan donor darah ini, Best Western Premier The Hive mengajak para karyawan, tamu dan warga sekitar untuk menyebarkan semangat berbagi dan menyadari pentingnya donor darah, tidak hanya bagi orang lain tetapi juga bagi kesehatan diri kita sendiri,” kata Elsa.
Dia menjelaskan, pada acara donor darah tersebut, para calon pendonor terlebih dahulu mengisi formulir kesiapan untuk mendonorkan darahnya dan menjawab sedikitnya ada 12 pertanyaan yang harus di jawab jujur oleh setiap calon pendonor, “Setelah itu setiap pendonor terlebih dahulu di cek HB darah dan tensi darah sebelum di ambil darahnya, hal ini dilakukan karena untuk menjamin kelancaran acara donor darah tersebut,”tambahnya.
Sementara General Manager Best Western Premier The Hive Brafely Sahelangi menambahkan, melalui kegiatan donor darah itu diharapkan dapat mengedukasi dan mengajak karyawan dan untuk mengerti pentingnya donor darah, yang tidak hanya berguna bagi orang lain tetapi juga bagi diri kita sendiri.
Best Western Premier The Hive berlokasi di Jl. D. I Panjaitan Kav. 3 – 4, Jakarta. Terletak strategis di cawang, dekat dengan Bandar Udara Halim Perdana Kusuma dan Pelabuhan Tanjung Priok serta Taman Mini Indonesia Indah. Dengan total 191 kamar dan suites, Best Western Premier The Hive menawarkan fasilitas dengan layanan premier, seperti di antaranya free minibar, free internet access; business centre; executive lounge; gym dan spa, hingga kolam renang outdoor. Best Western Premier The Hive merupakan properti Best Western yang kedua-belas dibuka di Indonesia. (ysf)

Antiteror Beraksi Di Atria Residences



KALIMANTANVIEW.com - Dalam rangka pemantapan kemampuan satuan untuk mengantisipasi situasi dan kondisi, Detasemen 902/Aksus Sat Bravo’90 Paskhas dengan sandi aglis atyanta wijaya, bekerjasama dengan Atria Residences Gading Serpong dan Paramount Enterprise mengadakan kegiatan latihan antiteror di Atria Residences Gading Serpong .
Latihan serbuan gedung Detasemen 902/Aksus di Grup Paradors itu bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan antiteror dalam menghadapi beragam aksi teror yang mengancam eksistensi negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di mulai pukul 08.00 WIB sebanyak 40 orang satuan antiteror mengawali dengan persiapan satuan yang bergerak menuju DP SAS (Daerah Persiapan Sasaran) yang berada di ruko Paramount Dotcom – komplek Paramount Enterprise. Setibanya di DP SAS, kelompok pengaman (POK PAM) melakukan penyusupan ke DP SAS hingga mencapai kedudukannya di rooftop Atria Residences Gading Serpong. Lalu, kelompok penyerbu melakukan aksi rappelling turun dari rooftop menuju ke sasaran untuk melaksanakan penyerbuan dan pencarian barang bukti.
Selanjutnya, kelompok pengaman dan kelompok penyerbu melakukan evakuasi dan penahanan terhadap para teroris serta pengamanan sandera keluar dari wilayah sasaran, yaitu Atria Residences Gading Serpong – komplek Paramount Enterprise.(ysf)

I LOVE MONDAY BIDAKARA!!

All You Can Eat Lunch Buffet and free flow iced water, only Rp 100.000,-nett/pax at Mawar Restaurant
Start from 11.30 - 14.30 not valid on public holiday and can not be combined with others promo.
For Information & Reservation : 021-83793555, Hotel Bidakara Jakarta, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 71-73 Pancoran, Jakarta Selatan 12870

Atria Hadirkan Kuliner Khas Nusantara


KALIMANTANVIEW.com - Makanan tradisional khas Indonesia saat ini sudah jarang dan sulit ditemukan,
banyak penikmat makanan khas Indonesia yang merindukannya. Oleh karena itu Mezzanine Restaurant Atria Hotel and Conference Gading Serpong mengeluarkan terobosan terbarunya dengan menyediakan kuliner khas nusantara setiap Jumat pagi.

Assistant Public Relation Manager Maria Meilieana mengatakan, selain untuk mengobati kerinduan pengunjung akan rasa asli makanan khas Indonesia kuliner bertujuan melestarikan kepada tamu expat yang ada di Atria. “Jadi setiap Jumat pagi Mezzanine Restaurant disulap bak Indonesia tempo doeloe. Katanya.
Pernak - pernik, dekorasi ruangan, tatanan sajian, dan staf yang menggunakan kebaya menciptakan suasana kental akan tradisional Indonesia seperti jaman dahulu dengan konsep live cooking. Tersedia makanan kecil hingga hidangan utama seperti colenak, semar mendem, mata roda, cenil, serabi, kue lumpur, nasi kuning maupun nasi liwet.
Ada lagi cemilan yang tidak kalah menarik adalah ‘granat muncrat’, ‘rondo royal’, dan singkong ‘si engkong’. Granat muncrat adalah sebutan untuk salah satu cemilan berbahan dasar singkong yang berisi gula merah dimana sekali gigit akan ada yang muncrat di dalam mulut. Sedang ‘rondo royal’ adalah tape yang dibalut dengan tepung dan digoreng. “Yang paling unik adalah singkong ‘mang engkong’, campuran singkong ini harus menggunakan gula aren murni sehingga warnanya menarik, begitupun rasanya.
Anda juga akan menemukan minuman herbal khas Indonesia yang tidak lain adalah jamu, berbagai jenis jamu seperti beras kencur dan kunyit asam yang disediakan di bakul jamu gendong. Anda dapat menikmati seluruh kuliner khas nusantara ini hanya dengan Rp 95.000++/orang setiap hari Jumat pagi.
Anda tertarik? Jangan segan-segan menghubungi Mezzanine Restaurant 021 – 29215999 atau info@atriahotelserpong.com .(ysf) 

Mendiknas Puji Kemajuan Pendidikan Banjar



KALIMANTAN VIEW - Menteri Pendidikan Prof  Dr Muhammad Nuh  mengungkapkan apresiasi tinggi atas kemajuan  pendidikan di Kabupaten Banjar sebagaimana tergambar data kuantitatif  kemajuan sektor-sektor pendidikan di daerah.
Hal tersebut diutarakan  Mendiknas saat melakukan Teleconfrence Pers dengan Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh,  pada acara Launching SMA Terbuka, di SMAN 1 Gambut, Sabtu April 2014 tadi
“Kita sangat mengapresiasi kebijakan-kebijakan kemajuan pendidikan di Kabupaten Banjar. Semoga dengan pendirian SMA terbuka peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Banjar semakin maju,” ucap Mendiknas, merespon postif terpilihnya Kabupaten Banjar sebagai satu-satunya daerah di Kalimantan yang melaunching SMA terbuka.
Pada acara launching SMA Terbuka tersebut Muhammad Nuh mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak pemerintah daerah serta dinas terkait dan juga dewan guru yang telah mendukung penyelenggaraan pemerataan pendidikan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi dinas terkait dan juga dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan SMA Terbuka ini”. Ungkapnya.
Tujuan utama dari pada penyelenggaraan pendidikan SMA Terbuka ini, untuk menjangkau anak-anak yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas karena faktor ekonomi, drop out, keterbatasan akses. Sehingga, seluruh siswa yang berijazah SMP, terlebih siswa yang tak tertampung di SMA Negeri akan dapat mendaftarkan diri.  
Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh mengungkapkan rasa gembira dan bahagianya atas kebijakan pemerintah pusat, pada penyelenggaraan SMA Terbuka yang terdapat di Kabupaten Banjar. Guna pemerataan pendidikan, yang diperuntukkan bagi seluruh kalangan masyarakat kurang mampu, yang memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan.
“Kami segenap Pemerintah Kabupaten Banjar sangat mendukung dan menyambut gembira dengan didirikan dan diselenggarakannya SMA Terbuka ini,” ungkapnya.
Pendidikan merupakan prioritas tertinggi yang harus diselenggarakan dan harus dilaksanakan dengan semaksimal mungkin oleh seluruh pihak. Sebab, pendidikan merupakan penyumbang pemikiran tersebesar dalam kemajuan pembangunan di suatu Negara maupun daerah.
“Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama dalam mencerdaskan bangsa ini khususnya masyarakat kita di Kabupaten Banjar guna penunjang pembangunan di daerah ini,” tegas Khairul Saleh.
Selain itu dia juga berharap dengan adanya SMA Terbuka ini seluruh masyarakat Kabupaten Banjar dapat mengenyam dan memperoleh pendidikan SMA guna memerangi kebodohan serta  untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia di daerah.
Dalam hal ini, penyelenggaraan SMA Terbuka ini dimulai pada Bulan Juli 2014. Di Kabupaten Banjar ada 5 (lima) sekolah yang akan menyelenggarakkannya, dan SMA 1 Gambut yang menjadi induk dari pada penyelenggaraan SMA Terbuka tersebut.
 
Redaksi | Policy | Daftar Harga Iklan | RSS | Contact Us
Copyright © 2014. Kalimantan View All Rights Reserved
Template by MasTemplate
Developed by IndonesianStudyMagz